ASUHAN KEPERAWATAN LANSIA PADA Ny. J
Disusun Oleh :
Wahdani Laela Khayati
10.0601.0140
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAGELANG
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN
2011
ASUHAN
KEPERAWATAN LANSIA PADA Ny. J
A.
PENGKAJIAN
1.
Karakteristik
demogafi
a. Identitas diri klien
·
Nama
Lengkap : Ny. J
·
Tempat,
tanggal lahir : Magelang, 1931
·
Jenis
kelamin : Perempuan
·
Status
perkawinan : Janda
·
Agama : Islam
·
Suku
bangsa : Indonesia
·
Pendidikan
terakhir : SD
·
Alamat
: Kaweron, RT 02 RW 04 Muntilan
·
Pekerjaan
: Pensiunan Janda
b. Keluarga
·
Nama : Tn. A
·
Alamat : Kaweron, RT 02 RW 04 Muntilan
·
Hubungan
dengan klien : Anak
c. Riwayat Pekerjaan dan Status Ekonomi
·
Pekerjaan
saat ini : Pensiunan Janda
·
Pekerjaan
sebelumnya : Petani
·
Sumber
pendapatan : Pensiunan Janda
·
Kecukupan
pendapatan : Cukup
d. Aktifitas rekreasi
·
Hobi : Memasak
·
Berpergian
: Mengaji
2.
Pola
kebiasaan sehari- hari
a.
Nutrisi
Klien mengatakan makan 2 kali sehari dan mengatakan nafsu makan
menurun serta rasanya tidak ingin makan. Klien mengatakan perasaan penuh pada
perut sebelum makan. Klien alergi terhadap makanan yang mengandung protein
hewani seperti ikan laut.
b.
Eliminasi
·
BAK
Klien mengatakan buang air kecil sebanyak 5 kali sehari. Dan saat malam hari biasanya
terbangun tengah malam untuk buang air kecil dan kemudian tidur lagi. Tidak ada
keluhan yang berhubungan dengan BAK.
·
BAB
Klien
mengatakan frekuensi BAB nya tidak pasti,
kadang 3 hari sekali dengan konsistensi lembek. Klien mengeluh perut terasa
penuh dan tidak nyaman karena BAB tidak lancar. Kalau kesulitan BAB
mengkonsumsi buah, seperti buah pepaya.
c.
Personal
higiene
Klien mengatakan mandi sebanyak 1 kali sehari menggunakan sabun
mandi. Dan menggosok gigi sebanyak 1 kali dalam sehari menggunakan pasta gigi
dan mengatakan melakukan gosok gigi apabila mulut sudah terasa tidak nyaman.
Klien mencuci rambutnya sebanyak 1 kali dalam 1 minggu dengan menggunakan
shampo. Klien memotong kukunya 2 kali dalam seminggu dan kuku klien bersih.
Kebiasaan mencuci tangan menggunakan sabun jarang dilakukan.
d.
Istirahat
tidur
Klien mengatakan tidak ada keluhan dalam tidur, lama tidur malam 6
jam dan tidur siang selama 2 jam dan tidak pasti dilakukan.
e.
Kebiasaan
mengisi waktu luang
Klien mengatakan saat waktu luang dilakukan untuk melihat TV,
berkebun (pergi ke sawah) atau memasak(membuat kue).
3.
Status
kesehatan
a.
Status
kesehatan saat ini
·
Keluhan
utama dalam 1 tahun terakhir :\
Pendengaran
berkurang. Mengatakan kalau ekstermitas bagian bawah sering merasakan nyeri.
·
Gejala
yang dirasakan :
-
Sakit
pada telinga bagian kiri.
-
Terjadi
penurunan dalam menangkap suara.
-
Nyeri
pada ekstermitas bawah kalau terlalu banyak beraktivitas.
·
Upaya
mengatasi :
Pada
Pendengaran : belum dibawa ke dokter, karena takut dan mengatakan kalau ini
adalah adalah pengurangan pendengaran karena berhubungan dengan usianya yang
sudah tua.
Ekstermitas
yang nyeri : Dipijit.
b.
Riwayat
kesehatan masa lalu
Riwayat
dirawat di Rumah Sakit : Pernah dirawat di Rumah Sakit Sebanyak 1 kali
karena mengalami pendarahan akibat keguguran.
c.
Observasi
a.
TTV
·
Nadi : 70 x/menit
·
Tekanan
darah : 110/80 mmHg
·
Suhu :
36,5 °C
·
RR :
22 x/menit
b.
Berat
Badan (BB)/ Tinggi Badan (TB)
BB : 38 kg
TB : 145 cm
c.
Rambut : Bersih, tidak ada kutu dan ketombe.
Warna sudah
berubah putih.
d.
Mata
Klien mengatakan tidak ada masalah dengan penglihatan. Sklera
berwarna putih keruh, konjungtiva anemis tetapi belum pernah dilakukan pemeriksaan
Hb sehingga tidak tahu menderita anemia atau tidak, pupil isokor.
e.
Hidung
Hidung bersih,
tidak ada polip.
f.
Telinga
Klien mengatakan pengurangan pada pendengaran pada telinga kiri ,
telinga kanan dan kiri kotor. Klien mengatakan membersihkan telinga sebanyak 1
kali dalam 1 minggu.
g.
Mulut,
gigi, bibir
Mulut
bersih, gigi bersih (menggunakan gigi palsu), bibir pucat.
h.
Payudara
Klien
mengatakan tidak ada masalah dengan payudaranya. tidak ada kelainan seperti
adanya benjolan. Bentuknya sudah merata karena usia yang sudah tua sehingga
tidak ada penumpukan lemak.
i.
Dada
I : Datar
P : Simetris, dan getaran sama
P : Terdengar suara sonor
A : Tidak ada suara napas tambahan.
j.
Abdomen
I : Warna kulit tidak sama, tidak Ada
benjolan
A : Peristaltik usus 8x/menit
P : Terdengar suara Timpani
P : Tidak ada nyeri tekan
k.
Kulit
Kulit bersih,
warna kulit tidak merata, elastisitas berkurang dan keriput. Tidak ada luka.
l.
Ekstremitas
atas
Bersih dan
tidak terjadi edema.
m.
Ekstemitas
bawah
Bersih dan
tidak terjadi edema, tidak menggunakan alat bantu.
4.
Lingkungan
tempat tinggal
a.
Kebersihan
dan kerapian ruangan :
Rumah bersih
dan rapi.
b.
Penerangan : Penerangan cukup baik karena terdapat
beberapa jendela yang memudahkan cahaya masuk serta jumlah lampu juga cukup.
c.
Sirkulasi
udara : Baik, karena terdapat beberapa jendela untuk
keluar masuk udara, atap rumah tinggi sehingga tidak pengap.
d.
Keadaan
Kamar mandi dan WC : Bersih dan tidak bau.
e.
Pembuangan
air kotor : Di selokan dengan aliran yang lancar.
f.
Sumber
air minum : Sumur.
g.
Pembuangan
sampah : Di bakar.
B.
ANALISA
DATA
|
No
|
Symtom
|
Etiologi
|
Problem
|
|
1.
|
DS
:
Klien
mengatakan rasa untuk mendengarkan menurun.
DO
:
-
Perubahan
kemampuan untuk mengerti.
-
Perubahan
pola komunikasi, penurunan ekspresi wajah.
-
Telinga
kotor.
|
Perubahan
penerimaan, transmisi,atau integrasi sensosi.
|
Gangguan
persepsi sensorik : pendengaran
|
|
2.
|
DS
:
-
Klien
mengatakan keinginan untuk makan berkurang.
-
Klien
mengatakan perasaan penuh pada perut sebelum makan.
DO
:
A
: BB : 38 kg
TB : 145 cm
B
: -
C
: Konjungtiva anemis, mukosa bibir pucat dan kering.
D
: -
|
Ketidakmampuan
mengingesti makanan.
|
Resiko
Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
|
|
3.
|
DS
:
Klien mengeluh nyeri sendi dan
tulang pada ekstremitas bawah jika terlalu kelelahan beraktivitas.
P
: Kelelahan
Q
: Menusuk-nusuk
R
: Pada ekstremitas bawah.
S
: 3
T
: hilang timbul.
DO
:
-
Ekspresi
menahan nyeri.
-
Perilaku
pendistraksi (merintih).
-
Melindungi
anggota yang nyeri.
|
Faktor
biologis
|
Nyeri
Akut
|
C.
DIAGNOSA
KEPERAWATAN
1.
Gangguan
persepsi sensorik : pendengaran berhubungan dengan Perubahan penerimaan,
transmisi,atau integrasi sensosi.
2.
Resiko
Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan Ketidakmampuan
mengingesti makanan.
3.
Nyeri
Akut berhubungan dengan Faktor biologis.
D.
RENCANA
KEPERAWATAN
|
Hari/
tanggal
|
No
Dx
|
Tujuan
dan Kriteria Hasil
|
Intervensi
|
Rasional
|
|
Jumat,23
maret 2012, 08.00
|
1
|
Setelah dilakukan tindakan selama 3 x 24 jam masalah gangguan
persepsi pendengaran teratasi dengan kriteria hasil:
a.
Dapat
mempertahankan komunikasi terhadap orang lain.
b.
Telinga
bersih dan mampu menjaga kebersihannya.
c.
Mengungkapakn
perasaan nyaman dan aman.
|
1.
Kaji
penyebab adanya gangguan pendengaran.
2.
Bersihkan
telinga, pertahankan kominukasi
3.
Berbicara
perlahan-lahan dan jelas.
4.
Beri
penjelasan pada keluarga dan klien tentang perawatan pada telinga klien.
|
1.
Mengetahui
penyebab terjadinya gangguan pada pendengaran
2.
Telinga
bersih dan menghindari adanya gangguan karena telinga kotor.
3.
Supaya
klien mampu menangkap informasi.
4.
Untuk
menentukan tindakan yang tepat serta partisipasi keluarga dalam perawatan
anggota keluarga yang lansia
|
|
|
2
|
Setelah dilakukan tindakan selama 3 x 24 jam masalah resiko ketidakseimbangan
nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh dapat teratasi dengan kriteria hasil:
a.
Tidak
ada penurunan berat badan dari berat badan semula.
b.
Adanya
peningkatan motivasi untuk makan.
|
1.
Kaji
penyebab ada gangguan pemenuhan nutrisi.
2.
Timbang Berat badan dan observasi keadaan
umum klien
3.
Tentukan
makanan kesukaan klien dan usahakan mendapat makanan tersebut.
4.
Berikan
makanan yang mengandung serat.
5.
Sediakan
makanan yang hangat-hangat.
6.
Berikan
sikap fowler waktu makan.
7.
Jamin
kecukupan cairan.
8.
Sajikan
makanan yang membutuhkan sedikit dikunyah.
9.
Berikan
pendidikan pada keluarga dan klien tentang nutrisi.
10.
Sarankan
klien untuk melakukan perawatan pada
mulut sebelum makan.
|
1.
Menentukan
penyebab terjadinya gangguan pemenuhan nutrisi.
2.
Untuk
keadaan klien.
3.
Meningkatkan
nafsu makan klien.
4.
Untuk
mencegah konstipasi.
5.
Untuk
meningkatkan selera makan.
6.
Untuk
menghindari tersedak.
7.
Agar
kebutuhan cairan tercukupi.
8.
Untuk
membantu peningkatan nutrisi yang mampu dimakan.
9.
Untuk
memberi pendidikan pada klien tentang nutrisi dan mengajak keluarga dalam
perawatan anggota keluarga lansia.
10.
Meningkatkan
nafsu makan.
|
|
|
3
|
Setelah dilakukan tindakan selama 3 x 24 jam masalah nyeri akut
dapat teratasi dengan kriteria hasil:
a.
Mengungkapkan
perasaan nyaman.
b.
Nyeri
berkurang (skala 1) atau hilang.
c.
Mencoba
metode nonfarmakologis untuk mengurangi nyeri.
|
1.
Kaji
penyebab nyeri dan karakteristiknya.
2.
Lakukan
kegiatan fisik sesuai kemampuan. Dan batasi aktivitas.
3.
Pertahankan
lingkungan yang aman.
4.
Pertahankan
kenyamanan, baik dalam keadaan istirahat maupun aktivitas.
5.
Beti
tindakan kenyamanan untuk meningkatkan relaksasi seperti pemijatan.
|
1.
Untuk
mengetahui penyebab nyeri.
2.
Untuk
memelihara dan meningkatkan kekuatan otot serta menjaga klien agar tidak
kelelahan
3.
Untuk
mencegah terjadinya jatuh.
4.
Untuk
meningkatkan kenyamanan dan mengurangi nyeri.
5.
Untuk
mengurangi nyeri.
|
E.
IMPLEMENTASI
|
Hari,
tanggal, jam
|
No
Dx
|
Implementasi
|
Respon
|
Paraf
|
|
Jumat
, 23 Maret 2012,
09.00
12.30
16.00
Sabtu,
24
Maret 2012,
08.00
08.30
10.00
10.30
13.00
16.00
Minggu,
25 Maret 2012
09.00
10.00
|
1.
2.
1.
2.
3.
3
2
2.
1.
3.
3.
2.
3
1
2
|
- Mengkaji penyebab adanya gangguan pendengaran.
- Mengkaji penyebab adanya gangguan pemenuhan nutrisi dan
tanda-tanda fisik kekurangan nutrisi.
- Mentukan makanan kesukaan klien.
- Menggunakan cara bicara yang pelahan-lahan dan jelas
- Menyediakan makanan hangat dan menyarankan posisi fowler saat
makan.
- Menjamin kecukupan cairan.
- Mengkaji penyebab nyeri dan karakteristik nyeri.
- Melakukan kegiatan fisik
sesuai kemampuan dan membatasi aktivitas klien.
- Menyarankan klien melakukan oral higien sebelum makan.
- Menyediakan makanan yang hangat, mudah dikunyah dan yang
disukainya.
- Menjamin kecukupan cairan.
- Memberikan makan tinggi serat.
-
Membersihkan
telinga, dan mempertahankan kominukasi
-
Memberi
penjelasan pada keluarga dan klien tentang perawatan pada telinga klien.
-
Memberikan
lingkungan yang nyaman untuk klien beristirahat.
-
Memberikan
tindakan pemijatan pada bagian ekstermitas bagian bawah.
-
Memberikan
pendidikan pada keluarga untuk memberikan makanan yang sehat dan yang disukai
anggota lansianya.
-
Memberikan
pendidikan pada keluarga untuk mengurangi aktivitas anggota lansianya agar
tidak terlalu kelelahan.
-
Memberi
penjelasan pada klien didampingi keluarga untuk menjaga kebersihan telinga
dengan cara berbicara yang perlahan-lahan dan pelan.
-
Menimbang
berat badan klien dan mengobservasi keadaan umum klien.
|
Klien mengatakan adanya penurunan pendengaran pada telinga kiri
dan telinga kotor karena jarang dibersihkan. Klien berpendapat mungkin karena aspek penambahan
usia sehingga dirinya mengalami penurunan pendengaran. Telinga kotor.
Klien mengatakan nafsu makan berkurang dan perut terasa penuh.
BB : 38 kg, TB : 145 cm, konjungtiva anemis, mukosa bibir pucat.
Klien mengatakan makanan yang disukai adalah makanan yang ada
kuahnya dan suka lauk “ketak”
Klien mengerti dan mampu mendengarkan apa yang dibicarakan serta
mampu berkomunikasi dengan baik.
Klien mau makan sebanyak 4 sendok
nasi hangat menggunakan sayur kacang bersantan dengan lauk tempe bacem
goreng.
Klien makan dengan posisi fowler.
Klien menghabiskan minum sebanyak 200 cc teh anget manis.
Klien mengatakan merasa nyeri pada ekstremitas bagian bawah
apabila terlalu kelelahan. Rasanya menusuk-nusuk. Dengan skala 3.
Klien melakukan kegiatan menyapu halaman dan setelah itu
berisitirahad serta tidak melakukan aktivitas yang berat.
Klien melakukan oral higien dengan menggunakan pasta gigi.
Klien mengatakan ada peningkatan selera makan dan Klien mau makan
sebanyak setengah porsi dengan bubur hangat, sayur “mbayung bersantan” dengan
lauk “ketak”.
Klien minum 200 cc teh hangat manis.
Klien makan buah pepaya.
Klien mau dan telinga menjadi bersih. Ada sedikit peningkatan
dalam pendengaran.
Klien paham dan mengerti.
Keluarga dan klien paham serta mau merawat dan menjaga kebersihan
telinganya .
Klien bisa beristirahat dengan optimal dan tidak merasa nyeri
pada ekstermitas bawah.
Klien merasa nyaman dan nyeri hilang.
Keluarga paham dan akan memberikan asupan makanan yang bergizi
serta menyediakan makanan yang disukai anggota lansianya.
Keluarga
paham dan akan mengurangi aktivitas lansianya agar tidak terlalu kelelahan
sehingga mengurangi tidak terjadi nyeri.
Klien
mengerti dan paham serta merasa telinga nyaman apabila bersih. Klien mampu
mempertahankan komunikasinya dengan orang lain.
BB
: 38 kg.
Tidak
ada penurunan berat badan pada klien.
Konjungtiva
anemis, mukosa bibir lembab.
|
|
F.
EVALUASI
|
Hari,Tanggal,
Jam
|
No.
Dx
|
Evaluasi
|
Paraf
|
|
Minggu, 25 maret 2012, 12.00
|
1.
|
S : Klien mengatakan gangguan pada pendengaran (penurunan),
setelah dibersihkan menjadi nyaman dan gangguan pendengaran sedikit
berkurang.
O : Klien mampu mempertahankan komunikasi dengan orang lain
A : Masalah teratasi.
P : Menyuruh keluarga melanjutan perawatan mandiri pada klien.
|
|
|
Minggu, 25 maret 2012, 12.00
|
2.
|
S : Klien mengatakan adanya peningkatan selera makan.
O : Adanya peningkatan porsi makan, tidak ada penurunan berat
badan.
A: BB : 38 kg TB : 145
cm.
B: -
C: Konjungtiva anemis, mukosa bibir lembab
D: -
A
: Masalah teratasi.
P
: Menyuruh keluarga melanjutan perawatan mandiri pada klien.
|
|
|
Minggu, 25 maret 2012, 12.00
|
3.
|
S : Klien mengatakan nyeri berkurang (skala 1) dan kadang hilang.
O : Klien tampak rileks dan terlihat nyaman.
A: Masalah teratasi.
P : Menyuruh keluarga melanjutan perawatan mandiri pada klien.
|
|
DAFTAR PUSTAKA
Maryam, R.Siti,
Dkk.2008.Mengenal Usia Lanjut dan Perawatannya. Jakarta:Salemba Medika.
Taylor, Cynthia
M.2010.Diagnosis keperawatan:dengan rencana asuhan.Jakarta:EGC.
Wahyudi
Nugroho.1999.Keperawatan Gerontik.Jakarta:EGC.